Pages

Selasa, 29 April 2014

Sepucuk Jambi Sembilan Lurah



         Beberapa waktu yang lalu, tepatnya akhir tahun 2013. Saya yang memang punya hobi jalan-jalan dan kadang-kadang sulit untuk mengumpulkan teman untuk diajak berlibur, memutuskan untuk solo travelling ke Jambi. 






          
           Tidak jauh dari Bandara Sultan Thaha Jambi, hanya berjarak sekitar 500m saja dari pintu keluar bandara, terdapat Kawasan Taman Rimba dimana terdapat anjungan rumah adat dari semua kota/kabupaten se propinsi jambi, cuma sayangnya tempat ini tampak terlantar, padahal kalau dikelola dengan baik, saya yakin pasti bisa menarik banyak wisatawan. 

             Selain itu di kawasan ini juga terdapat Kebun Binatang Taman Rimba. Bisa juga ke Balairung Sari yang merupakan markas lembaga adat melayu jambi yang terletak di pusat kota Jambi. Ada pula Jembatan sungai Batanghari yang membuat kota jambi terpisah menjadi Kota Jambi dan Kota Seberang Jambi. 



             Masih di kota jambi terdapat kawasan Wisata Tanggo Rajo (penduduk setempat menyebutnya kawasan ancol) di pinggiran sungai batanghari tempat muda-mudi kota Jambi berkumpul menjelang sore dan malam hari, tepat di depan kawasan rumah dinas gubernur Jambi. 



           Jambi dengan mayoritas penduduknya muslim memiliki ikon kota yang wajib dikunjungi tentu saja Masjid “1000 Tiang” Al-Falah yang merupakan masjid terbesar di Kota Jambi. Disebut masjid 1000 tiang karena memang masjid ini memiliki banyak sekali tiang yang dapat langsung dilihat dari luar masjid.


              Namun selain dari semua tempat di atas, satu yang tidak boleh kita lewatkan jika jalan-jalan ke Jambi adalah eksplore Candi Muaro Jambi. Komplek candi yang disebut-sebut lebih besar daripada komplek candi angkor wat di Kamboja ini letaknya memang agak keluar kota dari kota Jambi sekitar 30-40 menit berkendara dari Jambi.





 

              Anda juga bisa mengunjungi Pantai Pulau Berhala yang terletak di Selat Berhala, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Untuk menuju Pulau ini pengunjung biasanya menggunakan transportasi laut berupa kapal (pompong) ataupun speedboat dari Nipah Panjang atau Sadu. Lama perjalanan sekitar 2 jam tergantung dari jenis dan kecepatan kendaraan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar